“Kami pigi ke belakang duku. Satu jam lebih kami mengkayuh dan sambil bercerita. Pinayflix Aku mengangguk. Kami menjatuhkannya kembali. Aku mengangguk. Ibu sempat melihatku. “Kenapa dibuang, Bu?”
“Karena dalam perut ibu adalah anakmu. Aku juga. terus nak…” kata ibu. Aku mengangguk. Mereka memakluminya. Suti naik kepangkuanku. Sutinah melakukannya. Aku ingin mendengar desahnya, seperti desah isteri Lek Parto. Gesekan demi gesekan kami rasakan, membuat kami kenikmatan. Ayah dirawat. TIga kali kami menebarnya, kemudian kami keluar dari teluk itu. Aku juga tersenyum. Aku merasa nikat sekali. Di akar bakau, ibu mengelus kontolku. Kami harus bekerja keras. “Dioam kamu biadab. “Benar ya, Mas…” pintaSuti setengah berbisik. Selalu saja, aku ketinggalan kondom. Aku menyentuh buah dadanya yang mungil.Sutinah hanya memakai baju kaos tipis dan tidak juga memakai beha.




















