Yang keras terdengar. Bokep ahhhhhhhhhhhhhhh…… maaaa…………. Selangkangan Mama tiba-tiba berhenti bergerak. Hubungan keluarga kami sekarang sudah berbeda dan tidak dapat dirubah lagi. Hal yang sering membuatku bertengkar dengan teman-temanku. Ritual itu harus dilakukan kalian berdua sebagai pasangan yang datang kemari minta bantuan.”
Sang dukun berdehem dan kemudian melanjutkan pembicaraan,
“Ritual ini adalah ritual seks.”
“Apaaaa?”
Kami berdua kaget setengah mati. Bila syarat ini tidak dilakukan, maka hasilnya adalah harta kalian akan habis sekejap dan kalian akan jadi miskin.”
“Syarat apa itu, Ki? Papa ga merasa nyaman.”
“Loh, Pak Mo itu kan sudah lama jadi supir kita? Aku deg-degan sekali. Malamnya, Mama dan Papa berembuk. Ahhhhhhhhhhhh………..”
Pipi kami berdua kini menempel. Aku pun kaget jadinya. Aku jadi sopirnya Mama. Nah, menurut teman saya, Aki ini katanya pintar sekali dan manjur. Malam ini akan terlihat apakah Mama akan meneruskan ritual itu, karena sesuai pesanan pak dukun, kami harus melakukannya tiga kali dalam sebulan. Ingin rasanya kupeluk Mama lalu kuentot dengan buas tubuhnya, namun aku takut dimarahi. Aku menjadi kecewa dan sedih, namun aku berusaha tidak menunjukkannya. Akhirnya usapanku makin memanjang, dari bawah punggung ke bagian tengah punggung Mama tepat di kain dasternya yang terlipat di sana.




















