“buset.. Bokep HD ya.. gue bantu Adrian bikin laporan penelitian kita dulu, loe tidur aja.”Lina mengangguk lagi, lalu jalan menuju kamar tidurnya.Setelah Lina sudah hilang dari peredaran, Feby membalikkan tubuhnya ke hadapan Adrian. “hhh.. masa gua doang yang kerja daritadi??Pak Amir juga kasian tuh gua tahan disini nemenin gua!”.Feby berlari kecil kearah Lina.“Sori, Lin. “hhh.. Lina merasa sedikit lega, sedikit kecewa; lega karena dia pikir perkosaan ini sudah berakhir, kecewa karena sebenarnya ia menikmati perkosaan itu. gua mau ngentotin loe!!”. Dan yang lebih membuatnya takut adalah, karena suara yg didengarnya itu bukan suara Adrian yg ia kenal.Saking ketakutan, Lina hanya bisa berdiri terpaku diam.Melihat Lina terdiam seperti itu. Feby inisiatif melebarkan kedua kakinya, sehingga lubang vagina Feby terlihat jelas di wajah Adrian.“hmm… lengket banget..”, Adrian semakin horny.Feby menatap Adrian seakan pasrah apapun perbuatan nikmat kekasihnya terhadap dirinya.Adrian mendekatkan wajahnya di vagina Feby, dihirupnya aroma kewanitaan kekasihnya.“hmmmff…aku suka




















