No info
Untung ada tissue yang tercecer, sehingga ada alasan buat Wien.Ia mengambil tissue itu, sambil mendengar kabar gembira dari wanita yang menunggu telepon. Pinayflix Sekarang sudah lebih lancar. Paling tidak aku dapat melihat leher yang basah keringat karena kepayahan memijat. Sudah tiga tahun, benda ini tak kurasakan Sayang. Ia menekan-nekan agak kuat. Makin lama suara sepatu itu seperti mengutukku bukan berbunyi pletak pelok lagi, tapi bodoh, bodoh, bodoh sampai suara itu hilang.Aku hanya mendengus. Ia tidak lagi dingin dan ketus. Lalu ia kembali memijat pangkal pahaku. Kring..!“Mbak Wien, telepon.” kataku.Ia berjalan menuju ruang telepon di sebelah. Sekali. Kantorku tidak lama lagi kelihatan di kelokan depan, kurang lebih 100 meter lagi. Betul-betul keras. Mendadak jari tanganku dingin semua. Ah segar. Aku terpejam menahan air mani yang sudah di ujung. Come on lets go! Sebentar lagi Mbak Mona yang punya salon ini datang, biasanya jam segini dia datang.” Aku





















