“Diet, kalaupun banyak cowok yang mengejar-ngejar aku, aku punya hak juga khan buat menolak?” tanyanya lagi. “Maksud kamu?”tanya Ananda lagi. Bokep rusia “Iya nih Din.. Aku hanya terdiam mendengar penjelasannya, sambil tersenyum lembut menatapnya. “Selamat malam Om, Tante dan juga Ananda” tegurku sopan. Malam itu Ananda mengenakan gaun warna hitam yang membuat penampilannya sangat berbeda dengan saat dia ada di kampus. Yang tak lama aku bergegas menyetop taxi yang sedang lewat di depan kita. “Lagu ini akan saya persembahkan buat pengunjung yang ada di meja nomer 5, yaitu Ananda bersama kedua orang tuanya dan semoga makan malamnya berkesan dengan hadirnya lagu ini” sahuntuku spontan. Yang tak lama aku bergegas menyetop taxi yang sedang lewat di depan kita. Itu terlihat dari kesehariannya yang riang dan lincah saat dia berada di kampus. “Diet kenapa diam?” tanya Ananda membuyarkan lamunanku. “Diet, kalaupun banyak cowok yang mengejar-ngejar aku, aku punya hak juga khan buat menolak?” tanyanya lagi. “Tangan kamu halus banget sih” kataku menambahkan. “Ananda!” dengan senyum manis dia menerima uluran tanganku. Ananda datang bersama kedua orang tuanya untuk menikmati makam malam di salah satu cafe yang cukup terkenal di kota itu.




















