Aku membalas kecupannya dengan hangat. Indian Porn Dia memintaku untuk datang. Wajahnya murung.“Anakku telah terbuang, Ma.”“Tak ada jalan lain, sayang,” bisikku menenangkan gemuruh dadanya.Aku kembali datang ke rumah pembuat ramuan itu. Dodi pun kembali menjilati lubang duburku. Aku pun tersanjung sekali. Haruskah aku mencari laki-laki yang iseng? Aku juga demikian, aku selalu siap bekerja menjualkan perhiasan berlian dan berbagai bentuk perhiasan dari emas. Dodi pun memberikan pompaan yang lebih agressif lagi. Aku merebahkan tubuhku. Aku sudah tak mampu menahan nikmatku. Tak mampu. Temanku tak menanyakan dengan siapa aku melakukannya, hingga aku hamil. Aku tersenyum. Dodi terus menggenjot tubuhku dan aku tak mungkin berkata-kata lagi, karena aku sudah berada di puncak nikmat.“Dodi… mama sudah mau sampai, nak. Aku minta Dodi meninggalkan aku, nanti aku akan hubungi dia via HP untuk menjemputku. Aku seperti susah bernafas. Sudah sepuluh hari aku terlambat datang bulan. Setiap lima jam harus diminum.




















