Ah.., wanita yang lehernya berkeringat itu begitu besar mengubah keberandianku,
“ Buka bajunya, celananya juga, ” ujar wanita tadi manja menggoda,
“ Nih pake celana ini..! Video bokep Angkot melaju. Payudara itu dari jarak yang cukup dekat jelas membayang. Atau jangan-jangan dia tidak masuk ke salon ini, hanya pura-pura masuk. Aku tertipu. Aku kegeldian menikmati tangannya yang menari di atas kulit punggung. Ah segar. Nampak ada perubahan besar pada Fera. Hanya suara kebetan majalah yang kubuka cepat yang terdengar selebihnya musik lembut yang mengalun dari speaker yang ditanam di langit-langit ruangan.Langkah sepatu hak tinggi terdengar, pletak-pletok-pletok. Aku jelas mendengarnya dari sini. Sudah tiga tahun, benda ini tak kurasakan Sayang. Ah, kini dia malah berlutut seperti menunggu satu kata saja dariku. Aku tengkurap. Anggap saja tdiap-tdiap baju sama dengan jumlah kancing bajuku: Tujuh. Atau jangan-jangan dia juga disuruh ibunya bayar arisan. Toh, si setengah baya itu pasti sudah lebih dulu tiba di salonnya. Aku harus, harus, harus..! Ah an, aku dipermainkan seperti anak bayi.




















