“Kamar 306 kan?”
“Betul Mbak..”
“Saya ke sana?”
“Saya tunggu Mbak..”
“Krekk!”, telepon ditutup. Bokep barat Striptease di manapun akan kalah dengan apa yang kulihat saat itu.Lina jongkok, kini dengan pelan, layaknya memang telah berjam terbang tinggi, Lina menarik ritsluitingku dengan pelan, namun sigap sekali saat menarik lepas blue jeansku. “Eh.., ng.., iya Mbak.., ini..”, jawabku agak parau sambil menunjuk ke arah bungkusan kaos joger. Kudekatkan wajahku perlahan, mataku tak pernah lepas dari matanya. Lalu Lina bercerita tentang riwayatnya mencari nafkah over night seperti ini.Untuk mengimbanginya, aku mengarang cerita tentang seorang gigolo muda yang belajar memulai profesinya di Bali, yaitu aku sendiri. Hal ini diperkuat ketika pada malam terakhir (hari kelima) Yuni semakin berani mencari kesempatan ngobrol berdua denganku. Lina mengambil sebatang rokok, dan langsung menyalakannya.




















