Setelah berhasil menurunkan retsleting celanaku, kubantu Lia dengan menurunkan sedikit celana dan celana dalamku, akibatnya batang kemaluanku yang telah menegang dari tadi langsung mencuat keluar. Pinayflix “Oughhhh…Ssshhhhh!”“Hmmmppp…!” Semakin kencang gerakan jariku semakin banyak Lia mendesah meski mulutnya tersumpal oleh kemaluanku, tapi aku tahu ia sangat menikmati permainan jemariku ini.Tiba-tiba, Lia melepaskan pegangan tangan dan isapannya dari penisku, “Ahhhhhhh..Ri gak tahan nih, aduhhhh….aduhhhh…..!” Ia mengocok vaginanya sendiri dengan jarinya, mencolok-colok cepat tanda ia hampir sampai.Namun muncul niatan jahilku, aku langsung menarik dua tangannya keatas, Lia pun meronta-ronta, “Ariiii..jangan Ri, Lia gak kuat lagi…mau keluar..ahhhh..Ri!”Melihat wajahnya merengek-rengek seperti itu akhirnya membuat nafsuku naik kembali. Sekejap kemudian suasana berubah biasa lagi, “Kamu tuh, mau aja percaya orang lain.” Baru saja aku berbicara demikian, tahu-tahu Lia sudah meremas batang kemaluanku yang masih terbungkus dalam celana. Bibirnya yang seksi berdecap-decap, Lia seperti tidak mau tahu dengan keadaanku yang semakin lama semakin dekat dengan saat ejakulasi. Namun meski statusnya sahabat tapi sikap dan perilaku hubungan kami sangat mesra seperti sepasang kekasih.Akhirnya lampu kabin pesawat dimatikan aku dan Lia pun siap-siap untuk tidur.




















