aaagggghh..” desisku, padahal zakar itu baru masuk tiga perempatnya.“Zleb.. Pinayflix aaagggghh.. Hasilnya nihil, tak ada satupun perusahaan yg menerima lamaranku. Kulihat jam dinding sdh menunjuk pukul 12 malam.Aku heran mataku tak merasa ngantuk, padahal biasanya aku sdh tidur sebelum pukul 22:00. Kurebahkan tubuhku di atas kasur yg empuk dan membal. Betapa hangat dan nikmatnya air manimu Jack.Hal ini memancing cairanku ikut membanjiri kemaluanku sampai meluber ke permukaan.Kami berdua terkulai lemas, tp Kapten Jack sempat meraba bibir kemaluanku dan jarinya seolah mencungkil sesuatu dari meqiku, ternyata dia menunjukkan cairan merah kepadaku, dan ternyata adalah darah perawanku.Dijilatnya darah sambil berkata, “Terima kasih Reni, kamu betul-betul perawan..” Aku hanya menangis, menangisi kenikmatan yg sama sekali tak kusesalkan. Dia bersandar di dinding kapal apalagi gerakan kapal sekarang ini sdh tak beraturan kadang bergoyang kekiri kadang kekanan.




















