Seperti Kak Dewi !”,
“Apa enaknya…!”, pertanyaan itu seolah terlontar begitu saja. Bokep HD “Enggak…!”, kataku sesaat sebelum meneguk air minum. Sesekali aku menimpali meskipun mungkin enggak nyambung. (Besok harus mencuci sarung bantal…masa bodo…!!!!)…………….Sejak kejadian malam itu, pandanganku terhadap kak Dewi mengalami perubahan. “Kata siapa kamu ?”,
“Kata koran dannnnn… lubang kunci !”,
“Maksud Tedy apa sih…? Meskipun ragu aku kemudian beranjak, dan dengan bingung aku duduk disebelahnya. Sejauh ini aku tidak melihat kak Dewi memiliki hubungan spesial dengan laki-laki. Segar sehabis mandi, hampir aku balik lagi ketika menyadari dimeja makan Kak Dewi tengah sarapan ditemani kak Sinta. “Ih apaan nih, sini ! Dengan penuh ketakutan aku bergegas ganti baju. Ah… edan !Tiba-tiba aku lihat kak Sinta mengejang beberapa kali. Kulihat kak Dewi masih menindih batal guling. Aku bergerak lebih keatas. Brengsekkkkkk !!! Kak Dewi masih asyik nongkrongi TV diruang tengah. “Kata siapa kamu ?”,
“Kata koran dannnnn… lubang kunci !”,
“Maksud Tedy apa sih…? Matanya terpejam. Aku yakin disana kak Dewi dan kak Sinta pun tengah merintih dan mendesah, juga dalam kegelapan…….Dor ! “Ikutan Indonesian Idol dong ted !, jangan cuma berani nyanyi dikamar mandi aja !”, itu kalimat yang pertama kudengar dari kak Sinta.




















