jeritku sambil menyapukan pandangan mencari manajerku.Betapa terkejutnya aku saat kulihat Pak Hendra sedang mendekap tubuh Rosa sambil tangannya berusaha melucuti pakaian yang melekat di tubuhnya dibantu oleh tiga orang temannya. tambah temannya sambil melambaikan tangannya ke arahku.Aku tertegun sejenak sambil menatap bengong ke arah mereka. Bokep indo Jangan.. Ah. seru salah seorang dari mereka.Aku terkesiap mendengar tantangannya, kulirik Rosa yang saat itu sudah berada di depan pintu keluar, dia tampak menggelengkan kepalanya, sambil memberi tanda kepadaku, agar aku cepat-cepat meninggalkan club tersebut.Brengsek! Tolong saya Pak..! ujar Rosa dgn nada menyesal.Thanks banget untuk usaha lu Ros. jawabku memastikan perkataan mereka, sementara Rosa langsung berjalan menghampiriku.Lu udah gila apa Is..! ujarku sambil mengajaknya pulang.Kami berdua berjalan melewati ruangan billiard. Lepaskan.. Aku tinggal bersama seorang temanku yang aku kenal di kampus. Dan Rosa tampak mengerang kesakitan sambil menggeliatkan tubuhnya.Arghh.. Tp tiba-tiba langkahku terhenti saat tangan manajerku menahan pundakku.Terima aja Is, kamu kan lagi butuh uang, lagipula mereka nggak begitu jago kok..! Toketnya yang besar tampak menggeletar dan terlempar kesana kemari saat tubuhnya bergerak naik turun. Gua ngga setuju! Aku berjalan lunglai dari ruangan karyawan, bingung memikirkan nasibku besok, saat kulihat Rosa sudah menungguku di ruang tungguGimana Is?




















