Karena oleh2 yang dibawa suamiku tidak sanggup kami habiskan sendiri, ia menyarankan agar makanan itu di berikan saja pada Bang Roji. Pinayflix Aku merasa seorang ratu yang diperlakukan seperti itu. Kini aku hanya melaksanakan kewajiban sebagai seorang istri kepada suami, ibarat kata hanya tubuhku saja yang dinikmatinya, bukan lagi hatiku. Dengan mengoleskan balsam ke tempat yang sakit dia juga memijitinya. Dengan masih memakai celana dalam,bang Roji berjalan menuju aku. “Maaaa…Cici ingin ke pantai, bareng Pak Roji!” katanya dengan suara yang masih cadel. Dia juga semakin antusias mendengar penuturan aku. Sering Putriku di bawa jalan jalan dulu saat ia menjemput Mpok Esih. Aku semakin merasa salut dan kasihan atas perlakuannya itu padaku. Aku harus belajar banyak dari dia karena bagimanapun dia lebih tua dan lebih pengalaman dari aku. Rupanya padamnya lampu karena ada gangguan angin dan dimatikan PLN sebab lampu jalan juga padam. Kini tubuh kami amat dekat, meski saat itu kami masih mengenakan pakaian. Aku terenyuh melihatnya, ayah kandungnya saja sudah tak pernah menciumi putrinya. Aku merasa seorang ratu yang diperlakukan seperti itu. Dengan pandangan yang masih menahan birahi Bang Roji membuka kedua kakiku terbentang. Aku sedikit lega, berarti yang mengintip dan melakukan terror di rumahku adalah maling itu.




















