Jangan!” Aku memberontak-berontak sebisa-bisanya. Pinayflix Peminat diharapkan datang sendiri ke **** (edited) Agency, Jl. Ia semakin melotot melihat bagian kemaluanku yang ditumbuhi oleh rambut-rambut halus yang masih tipis. Bertubuh ramping. Kubolak-balik halaman-halaman surat kabar. Terpaksa aku hanya dapat menerima dengan pasrah digagahi oleh Adolf. Kukenakan blus biru muda dan celana panjang jeans belel yang cukup ketat yang baru saja beberapa hari yang silam kubeli di Cihampelas, Bandung. “Nah, begitu kan yahud. Aku masuk ke dalam rumah, ke kamarku. Siapa tahu aku diterima jadi foto model. Peminat diharapkan datang sendiri ke **** (edited) Agency, Jl. Coba kamu buka kancing-kancing bagian atas blus kamu. Pertama kali dia mengukur ukuran vital dadaku. “Jadi saya sudah boleh keluar?” tanyaku. Tapi semua itu tidak ada hasilnya. Bagaimana aku bisa mengetesmu.” Aku membalikkan tubuh menghadap Adolf. Tapi semua itu tidak ada hasilnya. Gila, hampir semua tempat duduk terisi. “Jadi saya sudah boleh keluar?” tanyaku. Ah, coba-coba saja aku melamar. Ia nampak memandangku dan tersenyum. Aku masuk ke dalam rumah, ke kamarku. “Dicari, gadis berusia 17 sampai 25 tahun. Memang sih, kupikir-pikir aku memenuhi syarat-syarat yang diminta.




















