Namun tanpa kusangka-sangka bapak-bapak di depanku membuka lebar pahaku, dan yang satunya menarik rokku naik, aku berteriak sedikit.Lalu aku mengetuk mikrolet tanda aku ingin turun. Pinayflix Aku cuma tertawa saja, “Da serius, kalau bener bisa dibayar…” evan menghentikan kalimatnya “Kenapa lo mau bayar gw?” kataku cepat..Evan tersenyum dan mengangguk, “Van..buat lo gratis..” jawabku cuek. Tangan evan sesekali menyodok-nyodok vaginaku, sambil lidahnya disentil-sentilkan ke klitorisku. Namun aku memegang tangannya dan malah membuka kaca itu, payudaraku sebelah masih keluar dari kerahku, dan rokku masih terangkat memperlihatkan vaginaku dengan bulu-bulu halus yang rapih.Satpam itu nampaknya kaget, namun denga sigap aku pegang tangan satpam itu dan menaruhnya di payudaraku, tangan itu begitu kasar, berbeda dengan tangan Evan, Satpam itu diam tak berkutik, “Bapak mau ini kan..” kataku sambil menuntunnya meremas-remas payudaraku.




















