Aku sedikit jijik, bau amis sperma itu semakin membuat kepalaku pusing. Bokep india Entah apa yang ia lakukan ketika aku tertidur, entah dia meniduriku atau tidak, namun ku cek pakaianku masih utuh. “Iya pa”, jawab Chelsea polos.Herman lalu mencium kening anak kami, Chelsea. Kakiku langsung terasa lemas, para pria itu semuanya berbadan gempal, rata-rata mungkin berumuran 4mpat puluh hingga lima puluh tahun. Setelah minum obat, aku pun terlelap di kasur yang sudah dibersihkan oleh dokter tua itu. “Tidak, aku punya keluarga…”, jawab dokter itu. Kepalaku masih pusing, penyakitku sudah sangat menyiksa diriku, kembali aku memuntahkan sesuatu yang cair dan bau. Hampir tiap hari kami lakukan hingga aku benar-benar sembuh dan sang dokter bisa kembali ke pelukan keluarganya.TAMAT Tubuhku lelah, aku terbaring di kasur dengan suhu badan yang cukup tinggi. Pria itu mulai menggenjot vaginaku, sedangkan yang lain sedang asyik menyedoti susuku, sambil menunggu antrian untuk naik ke atas mulutku. Alex memaksaku mengenakan baju seksi yang ada dalam di ruangan, ruangan yang penuh dengan pakaian dan perhiasan, aku boleh memilih apa saja untuk ku pakai, asal aku terlihat seksi.Setelah selesai, Alex kemudian membawaku sebuah ruangan lagi.










