Lagi aku bingung sambil menyulut rokok, eh dia malah minta rokokku. Bokep rusia Kami sempat foto-foto dulu di depan gambar Ketua Mao di pintu utama Kota terlarang.Beberapa kali kami melambai taksi, tapi tak satu pun mau berhenti. Kedua cewek itu mengangguk-angguk. Badannya putih sekali, Asli Cina dan di Beijing pula. Beberapa situs yang menarik kami berhenti agak lama. Aku agak yakin, karena Bode pernah menerapkan “ilmu” tebar pesona di Teheran, dan berhasil. Aku melihat tempat yang ditunjuk, cukup jauh juga. Aku tahu Bode tidak bisa bermain kalau ditonton, atau ada pasangan lain main di sebelahnya. Aku melihat dari kejauhan dan sepertinya mereka bercakap-cakap. Di arah jam 2 kami melihat sekumpulan food stall. Lagi aku bingung sambil menyulut rokok, eh dia malah minta rokokku. Masalahnya kami tidak bisa bahasa Mandarin, yang kami tanya, sama sekali tidak paham bahasa Inggris.Menggunakan bahasa isyarat untuk tanya pintu keluar, tidak satu orang pun memahaminya. Strateginya mengajak kedua cewek itu untuk berdisco nanti malam di hotel Ini. Tapi karena udah kebelet banget, akhirnya dengan bahasa isyarat aku menggenggam kedua tanganku dengan jari telunjuk mengacung lalu kuletakkan di depan kemaluan.Si mbak ternyata ngerti, dia tersenyum lalu menunjuk ke satu arah.










