Norzalina bersenandung kecil, hatinya dipenuhi kelegaan karena esok semua sumber ketakutan dan mimpi buruknya dalam dua hari terakhir akan berlalu. Dengan sigap dijejalkannya tengan kirinya ke mulut menantunya yang masih tersedu tersebut untuk menahan isakannya, sedangkan bibirnya yang tebal segera menuju ke arah dada Norzalina.Pak Dollah walaupun sudah dicengkeram nafsu hingga ubun-ubun berusaha keras untuk tidak terburu-buru dalam memanfaatkan peluang ini. Bokep ayo sayang, permainan kita belum selesai..” geram pak Dollah saat dia dengan kasar membalikkan tubuh Norzalina.Pak Dollah yang nafsunya masih tidak puas, memaksa Norzalina yang sudah tidak berdaya itu untuk menungging dengan siku menempel lantai. Tapi kalau memang lusa beliau datang, Lina harap abang bisa menunda kepergian abang ke Kedah hingga beliau pulang”, bujuk Norzalina,
“Lina takut tidak bisa menjamu beliau dengan baik kerana sibuk menjaga Hafiz”, pinta Norzalina dengan cemas.











