Di sebelah kanan di bawah kerimbunan pohon aku melihat semacam warung makan. Dia berjalan ke kamar mandi. Bokep india Sekitar 5 orang mungkin yang melayani aku. Akhirnya aku memesan sepiring gudeg ditambah pecel, air mineral dan kopi. Untuk sementara aku ingin menikmati pijatannya yang lumayan enak. Kelihatannya lumayan-lumayan juga. Dia memijat bagian depan pundakku. Meskipun cenderung pendiam, namun Wiwik tergolong berisik jika bertempur. Dia cukup sabar, dan telaten melayaniku.Pertempuranku dengan Wiwik tidak perlu aku uraikan secara lebih detil, karena ya kurang lebih sama saja.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Aku berusaha menyesuaikan sikap sehingga tidak kelihatan sebagai orang asing di wilayah itu. Amei beralasan ngobyek jualan batik membantu temannya.“Abis gaji guru berapa sih mas, untuk kebutuhan rumah tangga baru 10 hari udah habis,” kata Amei menjelaskan mengapa dia “ngojek” di luar pengetahuan suaminya. Mereka tidak bisa diajak nginap di hotel, karena harus kembali kerumah.Meskipun aku bukan penggemar STW, tetapi keunikan itu membuat penasaran. Namun karena hari sudah mekin sore, akhirnya aku mengijinkan Amei mengakhiri pergumulan.Aku antar dia keluar hotel sampai mendapatkan becak yang akan mengantarnya pulang.Hari kedua aku kembali ke tempat Mbak Ambar.




















