Aku menggeleng, karena aku tak mampu. Kami saling merespons. Bokep china Dodi tidur di sisiku malam itu, Kami berpelukan dan saling membelai. Enak, sayang…” desahnya.Aku terusmelakukannya dan aku juga merasakan kenimatan. Kapan-kapan ya. Kalau bukan dia, terus siapa? Usai makan, kami langsung mencuci mulut dan menyabun tangan kami di kamar mandi.“Ma, aku sudah gak tahan,” katanya merengek, persis rengekan anak SD.Aku tersenyum. Aku setuju. “Kenapa, Ma? Saat itu aku sangat terkejut, Dodi mencium bibirku dengan lembut.“Mama cantik sekali,” katanya lembut di telingaku. Kini salah satu ujung jarinya sudah mengelus-elus klitorisku dan aku semakin merasakan nikmatnya. Aku sudah lelah menyemangatinya. “Sakit, sayang…!” aku merintih.Dodi mendiamkannya sejenak, kemudian menekan kembali. Temanku itu terperanjat. Hanya nafas kami yang mendesah-desah dan tangan kami saling mengelus-elus.“Sayang, aku mencintaimu!” bisik Dodi ke telingaku.“Mama juga mencintaimu, Nak…”“Aku kepingin lagi, Ma!”“Tak puas-puasnya kah, sayang?”“Aku kepingin, Ma…”Aku bangkit.




















