Aku dan ibu mertuaku berangkulan, berciuman dengan lembut penuh kerinduan. Kami saling berpegangan tangan, berpandangan dengan mesra, berciuman lagi penuh kelembutan. Pinayflix Woo, langsung berdiri tegang banget. “Huush, dasar anak nakal.., Ayo dilepas Toom.., Aduuh berantakan niih. “Sudaah, sudaah, jangan nekad saja. sshh…, masukin Toom…, masukin sekarang…, Ibu sudah pengiin banget Toom, Toomm…”, bisik ibuku tersengal-sengal. Pangkal penisku berdenyut-denyut. Kami saling merindukan kebersamaan ini. Seperti biasa aku selalu bersikap sopan dan hormat pada ibu mertuaku. Sementara peliku dipegang ibu dan dielus-elusnya. “Toom…, udah dulu Tom…, eehmm udah dulu”, napas kami memburu. Aku kadang-kadang sagat merasa bersalah dengan Riris istriku, dan juga ayahku mertua yang baik hati. Ibu mertuaku ini umurnya sekitar 40 tahun, wajahnya ayu, dan tubuhnya benar-benar sintal dan padat sesuai dengan wanita idamanku. Sementara itu kakinya yang tadi mengangkang sekarang dirapatkan. Kami miring, berhadapan, Ibu mertuaku memencet hidungku lagi, “Dasar anak kurang ajar…, Berani sama ibunya.., Masa ibunya dinaikin, Tapi Toom…,ibu nikmat banget, ‘marem’ banget. Woo, langsung berdiri tegang banget. Jariku aku basahi dengan cairan vagina ibu mertuaku, dan aku usapkan lembut di clitorisnya.




















