Padahal aku grogi setengah mati takut ketauan boongnya. Bokep china “Halo mas, loh mukanya kok merah gitu”, sapa Rani sambil membereskan form request di meja. Oughhh… Mbak Titis melenguh panjang menerima perlakuanku yang tiba2. Aku bengong sesaat, tapi segera menganggukkan kepalaku. “Dimas… Kamu hebat. Setelah, mematikan semua komputer dan lampu, segera ku kunci semua ruangan. Setelah, mematikan semua komputer dan lampu, segera ku kunci semua ruangan. Rasanya geli banget. “Ya, udah. Akhh… Ibu Titis…
Tiba-tiba di penisku ada benda lain yang menempel. Hidungku nyaris bersentuhan dengan hidung Mbak Titis. Setelah itu aku naik ke lantai 2 untuk mematikan pemancar dan menyerahkan kunci studio. Spontan aku segera melepas tanganku dan mencoba menarik celanaku. Perlahan aku berjalan ke dapur sambil berharap cemas. Jembutnya lebat sekali dan baunya wangi. Napas Mbak Titis semakin memburu. Mau nyelesein urusan frekuensi katanya.” Ibu Titis menjawab sambil berlalu dengan meninggalkan senyum yang sangat manis.




















