Kok sendiri? Outlet St. Bokep barat Dating? “Hhhh….gemes…masih aja kayak dulu, ngegombalnya nggak ilangilang”, kata Revy sambil mengencangkan cubitannya di pinggangku. Kami terus bergumul dalam paduan kerinduan yang tak terbilang. “Surely I will, Rev. Kita menjadi semakin akrab, seperti seorang anak kecil yang tidak mau lepas dari mainan favoritnya yang telah lama menghilang. penataan ruangan yang bergaya minimalis namun dengan paduan warna yang terang dan berani mewarnai desain interor ruang tersebut. Saya hanya akan mengacaukan pilihan jalan hidupnya dengan hadir di antara dia dan tunangannya. God damned, I hate those ring……Malam semakin larut, ketika kuputuskan untuk berpamitan dan pulang. Kami duduk di teras, menikmati semilir angin pagi Jakarta yang masih belum terkotori debu polusi, ketika Revy memulai ucapannya, “Ryo, I’ve been thinking about us.., dan Revy tidak bisa hidup begini terus”. Saya selalu mencintaimu”, lanjutku tidak kuat lagi menahan endapan perasaanku padanya.




















