Pesanan Kamar Yang Menggoda

Seth Gamble is having an affair with Arabelle Raphael. They enter a hotel room and eagerly start making out and undressing, but they get interrupted by a knock at the door. Pinayflix Seth is surprised, and calls out ‘Who is it?’

The person on the other side of the door claims to be room service, which makes Seth even more confused, since neither he nor Arabelle ordered room service. But the mystery gets cleared up soon enough, when the person at the door is revealed to be none other than Seth’s wife, Pily Visual. Seth thinks he’s in big trouble, but Arabelle explains that she and Pily have actually met before, so they set this whole thing up. Pily is fine with Seth having sex with Arabelle… as long as she gets to watch. Seth asks if this is a trick, but Arabelle and Pily assure him that it’s not a trick, other than the room service stunt of course. Seth is stunned but grateful, and eagerly has sex with Arabelle while Pily observes the steamy action.

Itu semua karena program BL yang diikutinya tiap senin dan kamis sore.Awalnya aku cuma mengkhayalkan tubuh Bu Denok jika sedang bermasturbasi. Bu Denok menggeliat, apalagi tanganku menyentuh payudaranya yang satu lagi. Waktu itu usianya 28 tahun, dengan wajahnya yang putih dan bentuk tubuhnya yang menawan membuatku selalu menjadikannya sebagai objek hayalan jika onani. Kusapu sekeliling lehernya dengan jilatan dan sedotan hingga memerah. Bu Denok mendesah panjang dan badannya berguncang. Usapanku kebawah melewati perutnya hingga sampai keliang senggamanya. Bahkan aku selalu memperhatikan gerak-geriknya selama disekolah. jangan teruskan”
Aku tidak lagi memperdulikan kata-kata Bu Denok karena hawa nafsuku sudah menuju puncak. Bu Denok adalah mantan guruku saat SMP dulu. Kemudian Bu Denok berangkat kerja dan aku pergi kuliah. Bu Denok pasrah dan kelihatan mulai panas dengan permainan yang kuterapkan. Aku mengambil posisi yang pas, batang penisku mulai memasuki pintu kewanitaannya. Batang penisku yang sudah gatal ingin memasuki liang vagina Bu Denok. Aku mengatur posisi dan melebarkan kaki bo Denok. “Mungkin tadi terlalu diforsir tenaganya Bu” Sahutku dengan tersenyum. Bu Denok mendesah, aku terus meremas tidak lupa ciumanku terus melumat bibirnya. Aku kembalimeraih Bu Denok dan menciumi bibirnya, kali ini lebih dahsyat lidahku bergoyang-goyang di mulutnya.Bu Denok tak bisa berbuat apa-apa dan kembali

Pesanan Kamar Yang Menggoda

Related videos