Habis aku telah mau berangkat ke UK, tapi mata aku terus terpaku ke satu sosok… Diah! Bokep barat Akhirnya kami sepakat untuk check in secara sembunyi-sembunyi.Tiba di motel tersebut, Peter membelokkan mobilnya ke dlm. Sekarang di ruangan yg terang benderang baru aku sadari kalau si Diah ini cakep sekali.Kulitnya putih mulus. Tatapan si Diah ini begitu liar dan menantang. Karena Jeby sendiri tak begitu pintar bergaul, jadinya mereka hanya diam-diaman. Tatapan si Diah ini begitu liar dan menantang. Akhirnya aku bertanya ke Diah,“Aing ngantuk nich, cari hotel saja ya?” Jawabannya sangat mengagetkan,“Siapa takut… tapi aku nggak mau berdua… maunya ente semua ikut.”Saat itu yg timbul di benak aku adalah dia tak mau bersenggama, jadi cuma tidur ramai-ramai. Terlihat Diah berjalan menuju lobby dan merokok di sofa yg terletak dekat pintu masuk.“Hai… ngapain disini?” tanya aku.Diah menatap tajam ke aku.“Panas di dlm… mau cari udara seger,” jawab dia.Habis itu aku memancing dia dengan pertanyaan-pertanyaan seputar dia, tapi jawaban dia hanya singkat-singkat saja, aku memutar otak.“Boleh memperhatikan telapak tangan ente?” tanya aku, akhirnya aku memutuskan untuk mengeluarkan ilmu ramalan aku.“Mau ngapain?” tanya dia cuek.“Mau memperhatikan nasib ente…” jawab aku.Diah memandang aku dengan ragu-ragu, kemudian dia menyodorkan tangan kanannya.“Yg sebelah kiri…” kata aku.Kemudian dia




















