Sepuluh menit setelah itu,Tomo terlihat kejang sesaat sambil mengerang tertahan. Bokep Kenapa katamu?! Tomo masih menindihku dan mulai menciumi punggungku.“Hhhmm.. Aku pun merasa heran dan sedikit takut. Itu namaku. “..Tomo? Aku tetap melihat perbuatan Tomo tanpa berkedip sambil berlinang air mata.Tomo masih melanjutkan permainannya bersama wanita cantik itu, dia menggerakkan pinggulnya maju dan mundur dengan sangat cepat. Nafasnya terdengar berat penuh dengan kemarahan dan birahi. Dengan posisi membungkuk, dia mengamati wajahku dengan teliti. Saat dia melewati barisan anak-anak yang lain, dia tiba-tiba berhenti tepat di depanku. Kenapa katamu?! Dan itu sudah lebih dari cukup bagiku. Sakit!! Dan setiba di kamar, aku memeluk Tomo sambil mengucapkan terima kasih.“Terima kasih Tomo..aku sayang sekali sama Tomo..”Tomo pun membalas pelukanku sejenak dan kemudian melepasnya, dan dia memegang kedua lenganku sambil memandangku dengan serius. Tomo kembali menciumiku, kali ini dia meremas payudaraku sambil menghisapnya.“Hhh..!!”“Tidak apa-apa..kalau Tomo..tidak apa-apa.” pikirku.Aku memejamkan mataku erat-erat ketika Tomo mulai memasukkan ‘senjata’nya ke dalam diriku. Kalau kamu capek, besok bolos saja.”Tomo pun menggendongku yang masih terisak kekamar tidurku.




















