Tak terasa aku bergidik jika membayangkan hal itu terjadi. Bokep china Belahan di pangkal pahanya terlihat jelas. “Itu karena Mbak merasa kesakitan sebab susu Mbak baru tumbuh.”
Aku terdiam tak bisa berkata-kata. “Uuh.. “Itu apa Mbak?” tanyaku polos, saat melihat kain kecil tersumpal di dalam kutangnya yang sebelah kanan. “Itu apa Mbak?” tanyaku polos, saat melihat kain kecil tersumpal di dalam kutangnya yang sebelah kanan. Mulutnya seperti hendak mengucapkan sesuatu, tapi entah, karena yang ada adalah kebisuan semata. Reflek, Mbak Sekar mencoba menutupi mulutku dengan telapak tangannya, begitu melihat gejala aku nyaris terpingkal karena kegelian. Tapi meski dengan susah payah, misiku berhasil. Ucapannya adalah hukum yang harus di patuhi! Tanpa sedikitpun bergerak, aku coba mengamati apa yang telah di lakukan Nenek. Lagi pula siapa yang suruh ganti baju pintunya tidak di kunci. Untung saja segera turun hujan”. Tapi, ini bukanlah hal mudah. Jam dinding berdentang tiga kali, pertanda sudah mendekati subuh, aku gelisah dalam penantian menunggu aksi spektakuler berikutnya. Sengaja kombinasi semua rasa, dari rasa takut, geli, nikmat, bangga dan entah rasa apalagi aku tak mampu melukiskannya, berbaur membentuk halusinasi tak terkira, yang mungkin bakal aku kenang sampai aku binasa kelak.




















