Mbak Marni tersenyum dan ia segera bangkit dari altar tempat ia duduk.“Aryo, prosesi ritual telah selesai, sekarang kenakan kembali kain itu!” perintah Mbak Marni sambil mengenakan kembali kainnya. Dari kejauhan aku melihat sosok manusia di kegelapan. Bokep barat Aku pun heran, mengapa dia menungguku di kebun belakang rumah.Dengan melewati beberapa parit kecil dan tanah becek, aku pun sampai di sebuah kebun. “Menurut pandangan bathinku Ningsih bukan jodohmu.”
“Tapi Mbak, aku nggak peduli, pokoknya aku harus mendapatkannya” sergahku. “Eh, apa Mbak?” tanyaku salah tingkah. “Ilmu pelet ini sudah kamu dapatkan, tinggal oleskan pada tubuh Ningsih, maka dia akan tergila-gila padamu.”
“Sekarang ayo kita pulang!”Akhirnya kami pun meninggalkan candi dan seluruh prosesi ritual. Mbak Marni mulai memperagakan gerakannya. Dan benar, dia kemudian tergila-gila padaku dan bahkan sampai menyembah-nyembah minta dikawini. Sekarang giliranmu melepaskan kain itu!” perintahnya sambil terengah-engah.Aku segera melepaskan kain yang menutup kontolku.




















