Kembali aku me-ngintip lewat ventilasi, apa yang terjadi di sebelah.Begitu aku mulai mengintip, aku kaget ! Bokep china “Oh, baiklah” kata Mbak Nida sambil bermaksud mengambil bungkusan di tanganku itu. Dengan cemas aku menantikan reaksinya.Menit demi menit berlalu hingga sudah 15 menit kulihat Mbak Nida masih tetap menonton. Untuk itu aku memeluk Mbak Nida, menciumi bibirnya dan membelai rambutnya pelan. “Wa’alaikumussalam” terdengar jawaban Mas Arif dari dalam kamarnya.Lama baru pintu dibuka, dan Mas Arif mempersilahkanku un-tuk masuk. Melalui ventilasi kulihat Mas Arif dan Mbak Nida sedang tidur-tiduran sambil mengobrol di atas tempat tidur. Lama kami saling bertatap-tatapan, aku lalu mencium mesra bibir Mbak Nida dan Mbak Nida juga menyambut ciumanku, jadilah kami saling berciuman dengan mesra, oh indahnya.Tak lama, aku menghentikan ciumanku, aku kaget, Mbak Nida ternyata menangis !“Kenapa Mbak Nida ? “Hmmm…baiklah, tak coba dulu, jam berapa ya ke sana ?”
“Sekitar jam kerja saja baiknya, jam 07.00 pagi saja” kataku me-nyarankan.Mas Arif hanya mengangguk tersenyum, lalu permisi seraya tak lupa berterima kasih kepadaku. “Oh, baiklah” kata Mbak Nida sambil bermaksud mengambil bungkusan di tanganku itu. Kulihat jam di mejaku menunjukkan pukul 4.00 sore. Akupun cepat-cepat membuka pintu“Wah..sedang tidur ya, kalau gitu nanti saja” Mas Arif tiba-tiba permisi.




















