Aku senang bercampur malu saat itu.Aku melihat jam sudah menunjukan hampir pukul 6, karena ga ada celana dalam lagi, aku pulang hanya menggunakan rok cheers tanpa celana dalam.Rupanya tanpa aku sadari kaos bekas cheers tadi yang basah aku letakkan di atas seragam putihku, sehingga seragam putihku itu ikut-ikutan basah. Waktu hampir sampai Evan memintaku membenarkan pakaianku. Bokep Tangan evan sesekali menyodok-nyodok vaginaku, sambil lidahnya disentil-sentilkan ke klitorisku. Aku pura-pura tertidur sambil mengganti posisi lebih menggoda lagi, tanpa kusadari sudah basah vaginaku melihat evan melongo memandangiku. Evan menarik tubuhku keluar dan menyuruhku berdiri dibawah shower, ia menyalakan air hangat dan membiarkanku membilas diri.Evan yang sudah tanpa busana itu memelukku dari belakang “adek”nya menyentuh pantatku, ditekan-tekannya adeknya itu, lalu Evan meremas payudaraku dari belakang, sambil tetap ditekan-tekan penisnya ke pantatku. Ketika memasuki Mikrolet aku agak membungkuk, pastilah pantatku itu terlihat jelas, pikirku dalam hati. Aku membalikkan badan, dan mencium Evan, kami berciuman lama sekali, aku sudah horny sekali, ingin rasanya meminta Evan memasukkan penisnya, namun aku malu.Lagi-lagi Evan menghentikan aksinya, ditariknya tubuhku lalu dikeringkan, dari ujung rambut sampai ujung kaki.




















