kan bisa besok..”“Nggak bisa, kan kumpulnya besok pagi-pagi”Aku bergegas bangun dan mengambil peralatan mandiku tanpa menghiraukan ocehan yang terus keluar dari mulut Voni.“Ya udah, gue mandi dulu, loe nyalain tuh komputer!”Tulisan di layar komputerku sepertinya mulai kabur di mataku.“Gila, udah jam 1, tugas sialan ini belum selesai juga” gerutuku dalam hati.“Tok.. Indian Porn Lydia memejamkan matanya ketika menerima ciumanku. loe harum amat, pake parfum apa nih?”“Bukan parfum, lotion gue kali”“Lotion apaan, bikin terangsang nih” candaku.“Body Shop White Musk, kok bikin terangsang sih?” tanyanya sambil tersenyum kecil.“Iya nih beneran, terangsang gue nih jadinya”“Masa sih? Tok..” bunyi pintu kamarku diketok dari luar.“Masuk!” teriakku tanpa menoleh ke arah sumber suara.Terdengar suara pintu yang dibuka dan kemudian ditutup lagi dengan keras sehingga membuatku akhirnya menoleh juga. Kumainkan ujung lidahku pelan kedalam mulutnya untuk mencari lidahnya yang segera bertaut dan saling memutar ketika bertemu. Sesekali memutar arah ke bagian belakang untuk merasakan pantatnya yang lembut.“Ahh.. Tak sabar aku menunggu besok tiba, siapa tahu ternyata bisa mendapatkan lebih dari ini.













