Aku mencium bibirnya yang merah, sekali, ia diam saja.Ketika kucium bibirnya untuk kedua kalinya, Aryo membalas, kaku. Aku membiarkan ia melakukan hal itu. Bokep “Gini lho Aryo, ‘ntar malam Mama ke Palembang sama Papa kamu. Kok kelihatannya sedang ngobrol serius?”
“Ah, kamu ini!”, kata Tante Ida, “Selalu saja pengen tahu urusan orang.”
Aku hanya tersenyum sambil memandangi bocah kelas 2 SMU itu. Kata DJ tiga film yang kupinjam bagus-bagus. Kalo Aryo nyesel, Mas Deni minta maaf, kejadian ini bener-bener sebuah kecelakaan.”
“Ngga pa-pa kok..” jawab Aryo.Lalu ia terdiam sesaat. “Lho, kenapa Mas Den? “Sialan Mas Deni!”, maki Aryo. “Begini nih Den, nanti malem Tante harus berangkat ke Palembang.”
“Ada acara apaan nih Tante?”
“Sepupu Tante menikah.”
“Ooo gitu, trus apa hubungannya dengan saya, Tante? “Lho, kok jadi marah?” tanya DJ. Aku menyentuh kemaluannya yang mengeras. Sepertinya karena aku makan sambel tadi sore, pikirku. “Nggak pa-pa sih, Aryo kira Mama ngomong yang aneh-aneh tentang Aryo ke Mas Deni”, kata Aryo.Kupandangi bocah kelas 2 SMU itu, manis banget nih anak, pikirku. Aryo keliatan sedikit bingung, tapi kebingungannya hanya sesaat karena ia sibuk mengamati kamar DJ yang aneh itu sambil melihat-lihat koleksi kasetnya.“Heh denger ya, itu tuh anak Ibu Kost saya! Aku membuka kancing celana jeans birunya, dan seketika




















