Malam itu tidak hujan tapi bau aspal basah karena hujan tadi sore masih menguar. Bokep Malam itu tidak hujan tapi bau aspal basah karena hujan tadi sore masih menguar. Akibatnya sebuah mobil berwarna putih yang hilang kendali menabrak anak laki-laki itu. Dingin kota ini makin terasa. Astaga. Dia terlihat girang sekali memperoleh uang seribuan. Aku tidak mempermasalahkan orang-orang yang sering berjalan dengan lagak, atau orang yang kadang singgah mengencingiku, atau ketika aku jadi bahan lelucon karena sebuah mobil milik pejabat menabrakku. Mereka mengeluarkan beberapa barang berupa bubuk yang lumayan kecil, menghirupnya sedikit, lalu tertawa-tawa. Darah seketika muncrat ke mana-mana. Malam semakin larut. Astaga. Itu cuma dugaanku. Mereka kemudian pergi ke tempat yang dituju. Ada sedikit rasa kagum melihat anak itu. Oleh karenanya, aku betah berdiri berlama-lama di sini. Adakah yang lebih tabah dari aku? Dia menjual, bukan mengemis. Aku serius soal ini. Malam itu tidak hujan tapi bau aspal basah karena hujan tadi sore masih menguar. Malam semakin larut. “Sudah dapat banyak?”
“Belum. Aku memang tidak pernah mempermasalahkan hal itu.




















