Aku sudah gak tahan lagi,” kataku.“Hehehehe … Siapa tadi yang menagis tersedu-sedu gak mau melayani aku? “Genjot yang kuat, Pak …. Pinayflix Yeeeeeaaahhhhhh …… Aaaaaaahhhh …” aku terus mendesah.“Nikmat sekali … Goyang terus, Wati … Yaaaa …… Kayak gituuuuu …… Uuuuuuuhhhhhhh …..” kata Pak Kusrin. “Sudah lama kan kita gak ngewek.” “Terserah Bapak saja … Saya kan gak bisa nolak,” jawabku pasrah. Perlahan-lahan Pak Kusrin mulai menggenjot kontolnya keluar masuk memekku.“Ahhhhh ….. Tiba-tiba dia membuka retsleting celananya dan mengeluarkan kontolnya yang sudah tegang. Aku menyuruhnya berbaring di sofa dengan kedua kaki lurus di atas sofa. Aku merasa seperti seorang koboi yang sedang menunggang kuda. Setelah itu, aku masuk ke kamar dan rebahan di atas tempat tidur hanya berbalut daster. Ayo … dong ….” Kataku memberi semnagat. Air mataku berlinang. Setelah sekitar sepuluh menit, kakiku terasa pegal. Aku mau keluaaaaarrrrr …. “Tenang Pak. Asyik sekali yang barusan itu ….” kata Pak Kusri sambil kembali mengenakan pakaiannya. Aku begitu marah pada diriku sendiri karena aku seharusnya tidak menikmati apa yang dia lakukan pada tubuhku, namun aku tidak kuasa menahannya.




















