Gadis cantik itu tahu kalau Om Ridwan kini memiliki hak untuk melakukannya. “…Om juga pengen bookingkamu”.“Om…!”, ekspresi wajah Cinta bertambah tegang. Pinayflix “Halo”. Jadi Om Ridwan bukanlah sosok yang asing dimata Cinta. “Gak apa-apa kok Om”, sahut Cinta. “Katanya mau buru-buru meeting?”. Hal ini dikarenakan, nomor ponsel ini hanya ia gunakan untuk menerima booking-an. Nomor telepon yang tadi Om telpon juga Om dapet dari Om Rudi…”. Hanya suara-suara pengunjung cafe yang terdengar riuh disekitar mereka. “Gak apa-apa”. Belum lagi kerutan-kerutan di wajahnya menambah kesan ‘tua’ tersebut. Tidak ada ekspresi bosan ataupun kesal yang muncul di wajah Om Ridwan, sebagaimana yang ia harapkan. Khusus untuk ‘aktifitas’ yang satu ini, mungkin tidak satupun dari sahabat Cinta yang akan pernah menyangkanya. Kembali mereka berciuman. Ciuman pun kembali mendarat di bibir Cinta. Profesi ini sudah ia jalani cukup lama, hampir sejak awal ia mulai menyandang gelar sebagai mahasiswi.




















