Kuelus-elus dada Kelvin dan berusaha menenangkannya, setelah kubujuk-bujuk akhirnya dia mundur juga.“Tenang Mas, kamu orang terusin aja, biar saya urus yang ini”Akupun tersenyum padanya mencoba mengajak bicara sambil memegangi kedua lengannya, kurasakan tubuhnya masih agak gemetar dan tertunduk, entah karena tegang, kaget, atau malu.“Nama kamu Dadang ya?” tanyaku dengan lembut dan dijawab dengan anggukan kepalanya.“Kamu tadi sudah ngeliat apa aja Dang?” tanyaku lebih lanjut“Belum liat apa-apa kok Non, sumpah.. Kelvin berhenti sejenak untuk membiarkanku melucuti dirinya, disaat yang sama Lucy juga melepasi pakaiannya. Bokep india nggak hitung.. Saya belum keluar nih,” katanya sambil mengelus rambut panjang Lucy.“Hhh.. ahh” kataku dengan suara bergetar.Kamipun mencapai orgasme bersama, tubuhku menggelinjang hebat, aku berteriak seolah mengiringi lagu di komputer, kepalaku terangkat dan mataku merem-melek. Liang kenikmatanku nampak menganga dan sisa-sisa cairan persengamaan masih menetes sehingga membasahi kursi di bawahnya.“Saya mau lagi dong Mbak, abis vagina Mbak legit banget sih, lagi yah




















