Aku Terbaring diam mengatur jalan pernafasanku.“Mas, baru pertama, ya?”
“Lho, kok mbak tahu?” Tina hanya tersenyum, lalu beranjak membersihkan diri dan mengenakan pakaiannya kembali.Sesuai kesepakatan awal, aku menyerahkan uang atas kenikmatan yang aku beli. Indian Porn Besok lagi ah ! Lidahnya menari-nari di dadaku, tangannya mengocok lembut senjataku yang sudah mengeras.Kenikmatan yang timbul akibat perlakuan Tina membuat seluruh tubuhku bagai dialiri setrum, dan pada saat senjataku dimasukan ke dalam mulutnya, aku sudah tak tahan lagi, kusemprotkan seluruh spermaku kedalam mulutnya. Hukuman paling berat paling hanya skorsing seminggu, tapi pernah juga aku disuruh keliling kelas per kelas sambil disuruh membaca stensil dan merokok, dengan membawa papan nama yang dikalungkan di leherku dgn tulisan spidol ” JANGAN CONTOH AKU “.Tapi kebengalanku tidak membuat teman-temanku menjauh. Tapi anehnya meskipun sudah keluar tiga kali tapi kalau buku yang aku baca belum selesai, tanganku tidak akan diam dan senjataku tidak akan lelah memuntahkan isinya keluar berapa kalipun. Aku merasa diriku telah Dewasa, karena telah melakukan Hal yang Masih dalam angan-angan pria seusiaku. AKu yang rumahnya paling jauh tidak ada teman. Aku tak memperdulikannya. Aku segera turun dari bajaj dan berjalan kaki menelusuri komplek. Aku mencoba bersikap dewasa padahal jantungku sudah bergemuruh tak karuan.




















