Sana ambil air, cuci gelas, piring dan penuhi bak mandi. Kemaluanku mengeras sehingga seperti terjepit rasanya. Bokep korea Mbak Narsih mengulang lagi. Aku keluar saja. Mbak Narsih menyorongkan lubangnya di depanku. mungkin sudah pembawaan. Mas Pras menyapaku dengan lembut.Sama Mbak-mu harus nurut. Rengkuhan tangannya begitu lembut penuh kehangatan. Dik Kun saya nilai anak yang baik, lho. Untung Mbak Narsih malah cerita kalau aku ternyata pinter masak. Sambil mengirim uang buat biaya sekolah aku.Kakak lalu berangkat kerja. Aku memang sudah puas tidur sejak petang tadi. Ayo, buka daster yang terbakar ini. Aku gelagapan, tapi aku tidak berusaha menghindar. Mbak Narsih jongkok di WC, pintu kututup. Dia pun memelukku bagaikan seorang ibu memeluk bayinya di pangkuannya. Namaku Kuntadi Priyambada. Lututnya dinaikkan dan roknya melorot ke pangkal paha. Padahal aku tidak tidur? Mbak Narsih duduk di kursi kayu, kamar mandi kubiarkan terbuka, agar ruangan lebih luas dan aku bisa ikut masuk mengguyur tibuhnya dan memandikannya. Dia agak tenang sekarang. Untung ada pahlawan kecilmu. Aku cari sisa-sisa irisan papaya tadi. Jadi aku dan Mas Pras lahir dari ibu yang berbeda. Pangkal pahanya lebih putih daripada sekitarnya. Demikian pula Mbak Narsih, sprei jadi kusut dan basah kuyup.




















