Tidak menjawab dia terus melangkah berjalan ke pintu samping ke garasi lalu keluar ke gerbang terus ke jalan dengan rambut awut-awutan persis pelacur murahan yang baru saja digarap habis-habisan.Sudah tiga bulan berlalu, ketika aku menerima kabar itu dari Andi lewat telpon.“Om, Om masih ingat Ermita yang Om tolong antar pulang beberapa bulan yang lalu?”“Iya kenapa Andi”, tanyaku berdebar.“Dia dikeluarkan dari sekolahnya Om, karena hamil. Apa kamu memberikan dirimu pada orang lain?” Dia kembali menoleh padaku tajam. Bokep india Kurang asin ini anak. Dia menatap tajam. Apa kamu tidak suka tinggal bersamaku di rumah ini?”“Sebagai gundik?”“Sebagai apa saja menurut anggapanmu”, kataku ketus. Lalu beralih ke celah memiawnya kukuhum labia mayoranya, lalu kelentit dan labia minoranya. Dan aku menyerahkannya pada Om.”“Menyerahkan demi uang.”“Menyerahkan karena Mita sayang Om.”Gombal, teriakku dalam hati.Kami telah sampai.




















