Aku sendiri langsung menuju warung makan di depan kantor. Tutup dari dalam, bukan dari luar!” ujar Bu Yena.Aku terkejut. Pinayflix Kuberanikan bicara, “Ibu tidak perlu memberi saya uang itu. Ia seorang lelaki Cina tua, bos sebuah perusahaan peralatan masak di Surabaya.“Kamu tetangga Pak Sulaiman?” Tanya Pak Tan.“Benar, Pak. That’s good. ooouhhhh! Buat aku melayang, Andi!”“Kau akan dapatkan yang kau mau, Yena” kataku tersengal.Kuberi Yena jilatan-jilatan rakus di puting dan seputaran susunya. Kamu ke Bali siang ini. Sungguh manis dan segar bibir itu. Kalau saya perlu keluar, saya akan telepon,” kata bu Yena.“Baik, bu!”Aku mendapatkan hotel kecil tak jauh dari Santika Kuta Beach. Ini membuat Yena senang bukan main. Besoknya aku menyetorkan uang ke tabunganku tanpabilang-bilang istriku. “Pangil aku Yena saja. Dan selanjutnya, aku menutup mulut rapat-rapat. Bu Yena kirim SMS. 4 jam kemudian aku sudah berada di Kantor Cabang Denpasar. “Dari dalam? Entah kenapa aku tak lagi ragu. Aku segera menyelinap ke belakang mencari WC yang dimaksud, melewati lorong-lorong sempit tumpukan stok barang perusahaan.Setelah selesai dengan urusanku di kamar kecil, aku bermaksud kembali ke depan melewati lorong-lorong sempit itu. Ia seorang lelaki Cina tua, bos sebuah perusahaan peralatan masak di Surabaya.“Kamu tetangga Pak Sulaiman?” Tanya Pak Tan.“Benar, Pak.




















