Sesampainya di luar lift, Nick mencari bayangan Tessa, tapi tak terlihat di manapun juga siluet punggung dan bahu yang kurus itu.Nick dan Susan melangkah ke lapangan parkir, menghampiri mobil Nick.*****00:47, Apartemen Susan.“Oohhhhhh………… Nick. Ia lebih suka yang bertubuh tinggi langsing, dengan lekuk liku yang tidak terlalu menonjol.Tapi apa dayanya, suasana lantai disko yang panas, setengah butir Inex yang tadi dimimumnya dengan dua gelas Long Island mulai menunjukkan pengaruhnya.Nick mulai mengikuti gerakan Susan, tubuh mereka bersentuhan berkali-kali di tengah gerakan-gerakan mereka yang semakin liar. Bokep indo Biar Susan gue anterin pulang sekaligus, katanya dia kurang enak badan.”“Elo bisa nyetir Nick?? Ada seribu kesedihan di sana. Boy, she’s really a teaser, pikirnya.Sebenarnya Susan bukanlah wanita tipe Nick. Susan. Nick tidak dapat menjawabnya.Selama perjalanan Nick mencoba untuk benar-benar rileks, Ia berniat untuk tidak memikirkan Tessa malam ini. Wajah yang bisa membuat hidupnya secerah mentari pagi, atau sebaliknya bisa membuat hatinya begitu sakit dan perih seperti saat sekarang ini. Dijilatnya kedua putik itu, membuat Susan lagi-lagi merintih.Kemudian diambilnya gelas red wine yang tadi disuguhkan Susan, dengan perlahan Nick menuangkan sisa isi gelas tersebut ke belahan dada yang membusung itu, dijilatnya dengan satu jilatan panjang dan basah. Nick mengamati Susan yang sedang bergoyang dengan asyik.










