Belum juga aku menjawab, Uwak sudah menarik tanganku dan menggandengku menuju ke mobilnya.Sebuah mobil Starlet warna hitam ter-paintbrush dengan indah dan tampaknya masih cukup baru. Dia tidak sendiri, tetapi bersama empat orang temannya yang sebaya dengannya. Bokep Karena kejadiannya begitu cepat dan tiba-tiba sekali, sehingga aku tidak sempat lagi menyadari.“Aku dulu.., aku kan yang menemukan dan membawanya ke sini..” kata Uwak tiba-tiba sambil melepaskan bajunya. Sementara itu bukan hanya Uwak saja yang menciumi wajah dan sekujur tubuhku, tetapi keempat pria mengonani penisku. Aku ingin meronta dan mencoba melepaskan diri, tetapi aku juga merasakan suatu kenikmatan yang biasanya hanya ada di dalam hayalan dan mimpi-mimpiku. “Kemana saja, dari pada bengong di sini..” sahutnya. Sudah tidak enak lagi berjalan di bawah siraman teriknya mentari. Uwak mendekatiku, tetapi keempat pria lainnya juga ikut mendekati sambil menanggalkan penutup tubuhnya.“Eh, apa-apaan ini? Aku bermaksud mau pulang. Sikapnya begitu riang sekali, membuatku jadi senang dan seperti sudah lama mengenalnya. Tapi Uwak menahan dan memaksaku untuk singgah.“Ayo..” katanya sambil menarik tanganku. Tetapi tidak lama dia sudah datang lagi. “Kalau aku sih biasa dipanggil uwak..” katanya langsung memperkenalkan diri sendiri.




















