Posisi badanku dibikin sejajar dengan lantai yang kira-kira setinggi satu meteran itu. Pokoknya menurut. Bokep barat Kuperhatikan jam tanganku sudah menunjukkan pukul 23.45 tepat. Aku nurut saja perintah mereka. “Sama dong. Ayo Mas, dua temanku sudah tak sabar nungguin Mas. “Hmm.. Mataku melotot tidak percaya dengan penuh ketidaktahuan dan ngerti semua ini. Fans atau penggemar, apalagi wartawan itu adalah jalur yang tidak boleh kulawan. Mereka harus kurangkul dan akrabi. Secarik kertas ditinggalkan mereka bertiga untukku. Rasanya aku mau muntah. Terpaksa, aku mulai menjilati vagina dan seluruh bagian di dalamnya sambil menghisap-hisapnya. Merampok dirimu. Banyak teman-temanku yang mengidolakan dirimu lho Mas. Kembali aku perhatikan alamat rumah yang kutuju itu. Aku merasa nggak kenal anda.†“Benar. Saat terbangun, ternyata aku sudah terbaring di atas ranjang luas dan empuk bersprei putih kain satin. “Hai Andre, sombong bener sih, nggak mau terima telponku.










