“Lho emangnya umurmu berapa?”
“25 tahun Mbak..”
“Sudah cukup dewasa bagi kamu, apakah kamu belum pernah lihat sebelumnya?”
“Kamu beruntung, kupikir inilah saat pertama bagi kamu.”
“OK, saya beri waktu satu menit untuk memutuskan apa kamu mau melihatku atau tunggu di luar.”Satu menit, setengah menit saja aku sudah membalikkan badan dan melihat Mbak Anggi dengan bra dan celana dalam saja. Pinayflix ya, terus Saktii..” Jujur saja sebenarnya burungku tidaklah istimewa, panjang sekitar 14 cm saja, hanya kepalanya besar dan diameternya lumayan. Ohhkh.. ohhkh.. Aku merasa bersalah telah merusak keperawanan Rina, tetapi kenapa dia tidak menolak sejak awal? ya, sesuatu yang lain itu mungkin terlalu bermain di pikiranku. Sesekali aku melirik setiap ada wanita cantik yang menarik perhatianku. Akibatnya bisa dibayangkan, jika semalam permainan kami berlangsung 5 jam, kali ini berlangsung 7 jam non stop entah berapa kali mereka orgasme, yang jelas aku selalu bergantian dari satu lubang ke lubang lainnya dan aku cukup mengeluarkan 4 kali sperma, masing-masing sekali di mulut Anggi dan Rina, sekali di lubang kewanitaan Anggi dan Rina.Demikianlah pembaca, sejak peristiwa itu, setiap kali Anggi atau Rina ke kotaku, selalu kami bercinta, dan dari mereka pula aku dikenalkan dengan wanita lain yang juga butuh kepuasan seks, dari eksekutif muda hingga ibu-ibu










