Setengah jam kemudian dan kopi di cangkirku hampir habis, “gue ke kantor dulu, pulangnya mungkin agak kemaleman” ujar Putri sambil mengenakan sepatu di ruang tengah.Ucapannya tidak ku hiraukan, seakan sedang berada dalam lamunan dengan banyak hal yg menghantui pikiranku hingga suara pintu depan kemudian menyadarkanku bahwa wanita yg menyapaku tadi adalah istriku. Semuanya berjalan normal sampai suatu hari, kedua orang tuaku yg sudah berusia senja menyuruhku menikah dengan salah seorang anak dari kerbat mereka.Pernah terlintas di kepalaku untuk tdk menuruti kemauan kedua orang tuaku, tetapi apa lagi yg bisa kuperbuat untuk mereka selain menjalani pernikahan tanpa adanya hubungan rasa cinta sebelumnya. Video bokep “udah, cepetan tvnya di matiin dulu” lanjut wanita itu sambil sedikit mendorongku,Setelah tv ku matikan, terus langkahku kuarahkan kembali ke kamar.















