Dia lalu menutup pintu kandang dan menguncinya.Nyonya Hana lalu berkata, “Nah, budak, kamu sekarang bisa tidur dulu. Bahkan lebih rendah dari anjing piaraannya.Setelah makan, aku kembali dibimbing oleh Nyonya Hana menuju kamar mandi. Bokep Aku merasakan siksaan yang amat sakit. Kedua tanganku diikat menyatu ke atas pada tali itu dan aku pun terpaksa harus berjinjit pada kedua ujung kakiku karena tali itu ternyata terlalu tinggi.Nyonya Hana mengelilingi aku sebentar, lalu dia pergi ke arah meja dan mengambil sebuah cambuk berwarna hitam. Gadis-gadis di situ menjerit menahan malu. Bahkan lebih rendah dari anjing piaraannya.Setelah makan, aku kembali dibimbing oleh Nyonya Hana menuju kamar mandi. Tapi kemudian mereka juga berbisik-bisik dan tertawa menghinaku. Dia melumat bibirku dan meremas kemaluanku. Sementara itu, tubuhku menjadi sasaran nyamuk-nyamuk kelaparan. Aku kembali berteriak kesakitan. Dada, perut dan paha tidak luput dari tetesan cairan lilin panas. Tanpa basa-basi lagi, dia lalu menyuruhku untuk melepas seluruh bajuku. Kalau tidak, aku akan ditinggalkan selamanya di hutan tanpa pakaian. Punggungku kembali terasa sakit karena luka cambukan semalam belum sembuh. Selain ikatan tubuhku semakin kuat, aku juga telah banyak kehilangan tenaga.Dalam keadaan seperti ini, kedua kakiku dalam keadaan mengangkang ke atas dan pantatku pun tepat berhadapan dengan Nyonya Hana.




















