Tp tiba-tiba langkahku terhenti saat tangan manajerku menahan pundakku.Terima aja Is, kamu kan lagi butuh uang, lagipula mereka nggak begitu jago kok..! Bokep korea seru orang yang berada paling dekat denganku.Baik.. Aku tinggal bersama seorang temanku yang aku kenal di kampus. Ah. Berani nggak? Dapat pinjaman uangnya? Aku tinggal bersama seorang temanku yang aku kenal di kampus. Tolong..! Hh..! serunya.Kita taruhan. Saat itu dia sudah siuman dari pingsannya, dia mengerang kesakitan sambil menangis meratap kegadisannya yang telah terenggut paksa pada malam itu. Tolong..! jawabku dengan nada bingung, sebenarnya aku mulai tertarik untuk memenuhi tantangan mereka, dengan harapan aku bisa memenangkan seluruh game, lagipula aku benar benar membutuhkan uang tersebut.Sudahlah.! jeritku putus asa saat kurasakan cairan hangat membanjiri rongga kemaluanku. protes lawan mainku, akhirnya aku hanya bisa menuruti kemauannya.Buka.. Siapa tahu menang.., pikirku.Taruhannya apa? Dapat pinjaman uangnya? jeritku sambil menyapukan pandangan mencari manajerku.Betapa terkejutnya aku saat kulihat Pak Hendra sedang mendekap tubuh Rosa sambil tangannya berusaha melucuti pakaian yang melekat di tubuhnya dibantu oleh tiga orang temannya. Kuraih uang tersebut sambil berusaha bangkit dan mengenakan seluruh pakaianku.Setelah itu aku berjalan mendekati tubuh Rosa yang masih meringkuk di sudut ruangan.




















