“Apa syaratnya, Mas?” tanyaku penasaran. Bokep Dalam hati aku berdoa agar Mas Angi cepat pulang ke rumah, sehingga aku tidak perlu berlama-lama mengenalnya.Untung saja tak lama kemudian Mas Anggi pulang. Aku tetap sabar menjalankan tugasku sebagai ibu rumah tangga sebaik-baiknya. Bondan memainkan vaginaku dengan ahlinya, membuatku terpaksa merapatkan kedua belah pahaku untuk agak menetralisir serangan-serangannya, jari-jarinya yang nakal mulai menerobos masuk ke liang tubuhku dan mulai memutar-mutar jarinya di dalam vaginaku. Aku tahu dia akan meminta ‘jatahnya’ malam ini. Aku tidak pernah menanyakan pekerjaanmu, jadi lebih baik kamu juga begitu”, katanya. Mas Anggi mengangguk-angguk mendengarkan ucapakanku.Kemudian ia melanjutkan, “Kamu tahu maksud kedatangan Bondan tadi sore. Jumlahnya sekitar sepuluh juta rupiah. Itu berarti aku harus melayaninya semalam di ranjang seperti yang kulakukan pada Mas Anggi. Mas Anggi berjanji untuk melunasi utangnya itu. Kadang-kadang ia memberikan uang belanja lebih padaku. Kalau tidak pasti aku sudah muntah mendengar kata-katanya itu. Sampai saat ini kejadian ini tetap masih berulang. Seketika itu juga aku membenci suamiku. Keesokan paginya, Bondan mengantarku pulang ke rumah. Kulihat dari tadi kelihatannya kamu agak kedinginan”, ucapnya lagi sambil menyodorkan minuman tersebut.Kuraih minuman tersebut, dan mulai kuminum secara dikit demi sedikit sampai habis, memang benar beberapa saat kemudian aku merasakan tubuh




















