Aku mendengar seakan-akan Karen sedang mencuci sesuatu. Tapi kali ini aku mendapat sedikit perlawanan. Bokep indo Aku pun ikut tidur di samping Karen. Kalo Karen mendapat jadwal jam 8 pagi, biasa-nya aku dan Karen berangkat bersama-sama.Di sana kami banyak bercerita macam-macam dengan Karen, terutama tentang job hunting-nya dan kondisi frustasi-nya karena susah-nya mendapat pekerjaan tetap. Aku tidak pernah bermabuk-mabukan, mungkin itulah yang membuat Karen respect kepada-ku. Aku sekarang tinggal di Australia dan bekerja di perusahaan IT industry group yang cukup terpandang di sini. Hehehehe…”, jawab-ku bercanda. Kali ini tubuh tersendak hebat seperti terkena setrum tegangan tinggi. Untung saja toilet dan kamar mandi di apartment kami terpisah. Entah ada angin dari mana, tiba-tiba aku teringat tentang kejadian di pagi hari itu. Kejadian ini selalu menganjal di hati, dan aku ngga pernah menceritakan ini kepada siapa pun. Tapi yang pasti dijamin enak deh.”, kata Karen meyakinkan. “Nanti kapan-kapan Karen ceritain ke kak Ditto deh. “Ok ok, kak Ditto jangan panik begitu dong.”, canda-nya sambil tertawa kecil. “Ngga juga, tapi Karen ngga pengen kak Ditto merasa jijik dengan memiaw Karen.”, jawab-nya.




















