Pandangan mata kami beradu beberapa saat, namun bukan aku namanya jika lantas gugup dan mati gaya saat terpergok memandangi seorang wanita, Aku sedikit menganggukkan kepalaku dan tersenyum. Pinayflix Seorang bapak tua berusia sekitar lima puluh tahunan menyapaku ramah.“Selamat datang pak, silahkan silahkan.”Aku tersenyum dan mengangguk takjim menanggapi sapaan bapak tua itu. HeheTak terasa hampir satu jam aku berada di warung makan tersebut dan tidak ada tamu lain yang datang setelah kepergian keluarga kecil tadi. Baru teringat, ternyata sejak siang tadi, belum ada sedikitpun asupan makanan yang menghampiri sistem pencernaanku.Mata langsung menelisik ke kiri dan kanan jalan, mencari sekiranya masih ada warung atau rumah makan yang masih buka.Tak berapa lama, tak jauh di depan kudapati sebuah warung makan yang masih terang benderang. Berbanding terbalik dengan istrinya yang di panggil Umi, istrinya begitu muda dan cantik. Walau tampak kikuk, Wanita itu pun melakukan hal yang sama, mengangguk dan tersenyum manis. Wajah wanita itu terlihat lelah, matanya sedikit terpejam.“Pasti wanita dan anak-anak itu keluarga dari bapak yang sedang membetulkan mobil di depan,” batinku.Di bawah penerangan cahaya lampu neon, kuperhatikan wanita itu dengan seksama. Ah…gak terima rasanya aku melihat pemandangan tersebut.“What a lucky bastard you Old man,” gugat batinku sambil tertawa dalam hatiEh..




















